Hai, Player Satu! SEGA dan RGG Studio merilis video demo playthrough berdurasi 12 menit dari Gamescom 2026 untuk Stranger Than Heaven — game action-adventure saga 50 tahun terbaru dari kreator franchise Yakuza. Bersamaan dengan itu, ada juga wawancara panjang 18 menit bersama Executive Director Masayoshi Yokoyama yang membahas inspirasi dan ide-ide di balik game ini.
Siapa Makoto Daito?
Stranger Than Heaven mengikuti Makoto Daito — seorang anak laki-laki muda keturunan Jepang-Amerika dari San Francisco yang menaiki kapal menuju tanah kelahiran ibunya, Jepang, untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Di atas kapal itu ia bertemu Orpheus — diperankan oleh Snoop Dogg — yang membawanya sebagai sidekick dan mengenalkannya pada dunia bawah tanah.
Perjalanannya mencakup lima kota dan era berbeda sepanjang 50 tahun — dari 1915 hingga pertengahan abad ke-20.
Tiga Era yang Diperlihatkan dalam Demo
Demo Gamescom ini secara khusus memperlihatkan tiga dari lima era yang ada dalam game:
Kokura, 1915 — Era pertama, di mana Makoto masih muda dan baru menginjakkan kaki di Jepang. Demo dibuka dengan Makoto menyusuri jalanan kota Kokura, memperlihatkan bagaimana lingkungan, karakter NPC, dan atmosfer era awal 1900-an dibangun di dalam game.
Kure, 1929 — Makoto yang sudah lebih dewasa kini bertugas menjaga ketertiban di jalanan dan berhadapan dengan klan Yakuza yang tidak bersahabat. Di sini combat mulai diperlihatkan secara lebih intens.
Osaka (Distrik Minami), 1943 — Makoto menghadapi musuh di tengah upayanya membangun bisnis musik di salah satu kota terbesar Jepang. Suasana perang yang menyelimuti era 1943 memberikan tekanan dan atmosfer yang sangat berbeda dari dua era sebelumnya.
Combat yang Sengaja Dibuat Kotor dan Amatiran
Ini yang paling membedakan Stranger Than Heaven dari franchise RGG Studio sebelumnya — dan juga yang paling banyak jadi perbincangan setelah demo ini dirilis.
RGG Studio secara sengaja merancang combat Makoto agar terasa seperti perkelahian jalanan yang berantakan dan amatiran — bukan seni bela diri yang telah diasah selama bertahun-tahun seperti Kazuma Kiryu, bukan pula teknik investigatif terlatih seperti Yagami. Makoto melemparkan pukulan-pukulan berat yang tidak seimbang, mengandalkan momentum mentah daripada teknik yang terstruktur.
Director Motonobu Abe mengungkap bahwa prototipe combat awal terlalu terlihat stylish dan heroik — dan tim kemudian secara aktif menyesuaikan animasi hingga combat terasa lebih sesuai dengan sosok Makoto yang pada dasarnya adalah seorang pemula yang berjuang untuk bertahan hidup. RGG Studio bahkan mempelajari rekaman-rekaman perkelahian jalanan nyata sebagai referensi.
Penggunaan senjata juga memengaruhi kurva perkembangan karakter secara permanen — bukan sekadar pilihan situasional.
Cast: Takaya Kuroda, Snoop Dogg, Dean Fujioka, Tupac Shakur
Cast Stranger Than Heaven adalah salah satu yang paling tidak biasa dalam sejarah RGG Studio.
Takaya Kuroda — suara ikonik Kazuma Kiryu selama lebih dari dua dekade — hadir dalam cast utama game ini dalam peran yang berbeda dari Kiryu. Yu Shirota mengisi suara Makoto Daito versi Jepang, sementara Dean Fujioka mengisi suara Yu Shinjo — teman sekaligus rival Makoto yang ambisius dan penuh semangat.
Snoop Dogg berperan sebagai Orpheus, mentor awal Makoto. Dan dalam salah satu kolaborasi paling tidak terduga dalam sejarah game, Tupac Shakur — dengan persetujuan penuh dari estate-nya melalui Amaru Entertainment — sosoknya juga akan hadir dalam game ini. RGG Studio secara tegas menyatakan bahwa seluruh integrasi Tupac dikerjakan tanpa penggunaan AI, dan dengan penghormatan tertinggi terhadap warisannya.
Wawancara Yokoyama
Bersamaan dengan demo playthrough, SEGA juga merilis wawancara 18 menit bersama Masayoshi Yokoyama — Head of RGG Studio sekaligus Executive Director game ini — yang membahas inspirasi dan filosofi di balik Stranger Than Heaven.
Yokoyama membahas mengapa RGG Studio memilih era Taisho dan Showa sebagai setting, bagaimana pendekatan baru pada combat lahir dari kebutuhan untuk mencerminkan karakter yang berbeda dari Kiryu, dan mengapa studio merasa inilah saat yang tepat untuk melangkah jauh keluar dari comfort zone mereka.
Stranger Than Heaven rilis 15 Januari 2027 di PS5, Xbox Series X|S, dan PC via Steam dan Microsoft Store — tersedia di Xbox Game Pass sejak hari pertama.
Gimana nih combat system Stranger Than Heaven menurut kalian?
Tentang Player Dua
Di Player Dua, kami secara rutin membahas perkembangan terbaru di dunia game, termasuk konsol dan game-game terbarunya. Fokus kami mencakup berbagai platform mulai dari konsol, PC, hingga game indie dengan sudut pandang yang relevan bagi gamer Indonesia.
Kami juga terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi di industri game dan kreatif.
📨 Kontak kerja sama:
Email: business@playerdua.com
WhatsApp: +62 898 5306 868 (Arul)
Kami tunggu kesempatan buat ngobrol bareng kamu/kalian!


