Review Persona 4 Golden: Perjalanan Mencari Kebenaran di Kota Kecil yang Tak Terlupakan
Review by Amey dari Komunitas Player Dua
Pernah nggak sih kamu merasa kangen sama sebuah tempat yang sebenarnya nggak pernah kamu kunjungi? Itulah perasaan yang aku dapat setelah menghabiskan 114 jam di Inaba lewat Persona 4 Golden (P4G). Kita nggak cuma main game, tapi “pindah” sementara jadi Yu Narukami, anak kota yang harus tinggal di desa bareng pamannya yang detektif dan sepupunya yang menggemaskan, Nanako.
Tapi, ketenangan Inaba itu cuma kedok. Di balik kabut tebal yang sering muncul setelah hujan, ada misteri pembunuhan berantai dan “Midnight Channel” yang bakal narik kamu ke dunia lain. P4G bukan cuma soal gebuk-gebukan monster, tapi soal bagaimana kita menerima sisi gelap dalam diri kita sendiri. Sekarang, kita masuk ke sinopsisnya dulu yuk!
Sinopsis
Yu Narukami, seorang anak kota yang harus tinggal bersama pamannya dan ponakannya selama satu tahun di kota kecil bernama Inaba karena orangtua nya harus bekerja di luar negeri pada masa tersebut.
Setibanya di Inaba, terjadi pembunuhan di tengah malam penuh kabut. Yu, menerima tugas dari seseorang yang muncul di mimpinya untuk menyelesaikan kasus pembunuhan tersebut selama ia tinggal di Inaba.
PLUS: Story
Kehidupan di Inaba ditempuh Yu dengan bersekolah, bersosialisasi dan memecahkan misteri pembunuhan. Kita diminta untuk memenuhi satu tahun akademik kita dengan semua itu sebelum nantinya Yu harus kembali ke kota besar dan tinggal bersama orangtuanya lagi.
Perjalanan Persoan 4 Golden ini menempatkan pemain sebagai Yu yang harus menghadapi seluruh sendi kehidupannya sebagaimana yang sudah penulis sampaikan sebelumnya dan menempatkan eksplorasi dungeon adalah salah satu aspek dalam gamenya yang juga saling memberikan kontribusi pada cerita.
Penulis menganggap Atlus memang membuat Persona sebagai life-sim, sehingga cerita yang disampaikan oleh mereka dalam Persona 4 Golden ini pun menyangkut pautkan Yu dengan seluruh aktivitasnya sebagai pelajar di Inaba High School. Mulai dari belajar, mengikuti klub olahraga, hangout bersama teman, ujian, study tour, liburan musim panas hingga festival kebudayaan.
Lantas kapan kita menyelidiki pembunuhan yang terjadi di Inaba? sabar, tunggu dulu di sana Atlus memasukkannya perlahan-lahan untuk kita cerna. Perlu kita pahami bersama bahwa penulis butuh waktu hingga hampir tiga jam untuk sampai pada pertarungan pertama. Bahkan penulis butuh waktu hampir 10 jam untuk sampai pada dungeon pertama yang bisa kita eksplorasi. Kenapa begitu? karena Atlus menghemat dungeon-dungeon ini sebagai pendorong cerita. Bahwa misteri pembunuhan mungkin terdapat di sana, namun interaksi Yu di luar dungeon juga merupakan bagian dari penyelidikan.
Bak bermain werewolf, malam berkabut, warga bangun pagi hari, dan malam ini telah ditemukan korban pembunuhan di wilayah Inaba lalu polisi mulai menyelidikinya. Ryu Dojima yang merupakan pamannya Yu dan Adachi Tohru sebagai asisten Ryu yang baru saja ditugaskan di Inaba harus menyelidiki kematian misterius ini. Di sanalah perlahan-lahan Yu membangun interaksi dengan karakter lain yang nantinya akan menjadi party kita dan membantu menyelidiki kasus tersebut.
Bahwa Inaba memiliki cerita soal channel tv tengah malam yang menayangkan para korban pembunuhan, sudah cukup menjadi hook bagi gerombolan anak SMA dalam melibatkan diri mereka dengan rasa ingin tahu yang cukup tinggi mencari pelaku sebenarnya dalam kasus pembunuhan di kota mereka.
Hal yang paling menarik sebenarnya ialah dalam perjalanan ini, Atlus meminta kita untuk ikut memahami bahwa tiap karakter harus menerima diri mereka yang diciptakan dari akumulasi kehendak orang-orang dari alam bawah sadar tentang personifikasi mereka yang ada. Bahwa manusia akan semakin kuat dengan menerima diri mereka sepenuhnya. Bahwa memang ada bagian dari diri kita yang tercipta dari rasa takut, penyesalan, rasa malu dan trauma yang muncul dan terus meraung menghantui kita dari balik bayang-bayang.
Yu Narukami digambarkan sebagai sosok abu-abu yang memiliki potensi penuh membantu banyak orang untuk menemukan warna mereka masing-masing dan lebih memeriahkan semangat mereka dalam menjalani kehidupan. Bahwa anggota party tergerak dan menerima diri mereka sepenuhnya dan semakin memberikan makna dalam hidup. Pilihan sempurna dari Atlus untuk memperlihatkan bahwa kita bisa memiliki banyak pilihan dalam hidup dan dapat menjadi apa saja ketika kita berhasil memahami diri kita sendiri.
Semua itu Atlus sisipkan perlahan-lahan serta satu persatu pada tiap babaknya yang membuat kita terus menerus bisa memahami motivasi tiap karakter dalam berlaku demikian. Di ujungnya, kita akhirnya bisa memahami bahwa karakter-karakter ini pun berubah seiring mereka memahami diri sendiri dan menyelesaikan permasalahan dalam hidup mereka.
Kisah yang disampaikan pada Persona 4 Golden penuh intrik, penuh tipuan, penuh lika-liku namun juga disampaikan dengan lemah lembut, kasih sayang serta semangat untuk menyelamatkan semua orang dari jurang yang justru membuat orang lain terluka.
PLUS: Gameplay
Seri Persona selalu menggunakan mekanik pertarungan antri bergantung seberapa tinggi Agility milik summonmu, sederhananya, ya turn base. Tiap karakter bisa melakukan serangan menggunakan senjata miliknya sendiri dengan base attack power yang tersematkan pada equipment, atau bisa menggunakan skill yang dimiliki oleh masing-masing Persona.
Persona adalah summon yang dimiliki oleh tiap karakter di dalam party, mereka didapat melewati proses penerimaan sepenuhnya atas diri mereka.
Masing-masing Persona party ini memiliki 8 skill slot yang didapatkan dengan menaikkan level karakter atau meningkatkan Social Link Yu Narukami dengan karakter lain ini. Semua skill itu sudah predetermined untuk mereka sejak awal permainan, tinggal kebijaksanaan pemain untuk mengatur seberapa penting skill a yang didapat di level 50 dibandingkan skill b yang didapat level 38. Tapi ini hanya berlaku untuk anggota party kita.
Untuk Yu Narukami, diberikan hak khusus untuk menggonta ganti persona yang bisa ia gunakan. Tentu saja ini hal yang menarik karena ia merupakan bagian dari cerita! Persona yang Yu gunakan bisa digonta ganti sesuka hati selama di Velvet Room. Kita bisa bawa 12 Persona ke dalam satu dungeon di level maksimal nanti, dan semua Persona ini bisa kita atur mau memiliki skill apa saja, bebas-sebebas bebasnya dengan mekanik Fusion yang akan penulis bahas nanti.
Dungeon bak labirin yang terdiri atas lorong, ruangan dan lantai. Tujuan pemain ialah mencapai suatu ruangan di ujung dungeon untuk bisa menyelesaikan satu Arc cerita. Selama di dalam dungeon, kita dihadapkan oleh banyak sekali shadow atau monster yang menghalangi kita mencapai tujuan. Para Shadow ini memiliki skill, kelemahan, resistance serta immune mereka masing-masing. Bahkan mereka dapat melakukan counter terhadap beberapa serangan yang diberikan oleh anggota Party.
Shuffle Time hadir sebagai mekanik RNG untuk memberikan kesempatan bagi para pemain mendapatkan skill, meningkatkan jumlah exp maupun money serta persona setiap kali selesai battle. Shuffle Time ini bisa dipicu dengan cara melakukan All Put attack yang akan terjadi apabila pemain menjatuhkan seluruh lawan baik dengan menyerang menggunakan elemen weakness musuh atau semacamnya.
Pada satu babak cerita, ada satu dungeon unik yang memaksa pemain menanggalkan seluruh equipment dan itemnya serta memulai ulang dengan item yang disediakan dungeon tersebut untuk mengeksploitasi weakness maupun resistance milik musuh. Memaksa pemain untuk menghemat penggunaan SP dan menggunakannya hanya jika pemain pasti yakin akan memberikan dampak signifikan pada pertarungan yang terjadi di depan mata.
Sistem kalender kembali lagi pada Persona 4 Golden, hal ini membuat kita dapat menentukan dan memprediksi jumlah aktivitas yang harus kita lakukan untuk mendapatkan hasil optimal dalam satu rangkaian jadwal tertentu. Mulai dari melakukan pekerjaan paruh waktu, bersosialisasi dengan warga Inaba serta belajar di perpustakaan atau rumah. Setiap warga yang hadir pun punya jadwalnya masing-masing sehingga berkomunikasi dengan mereka pun menuntut pemain untuk mengingat seluruh jadwal tersebut.
Weather System hadir sebagai peringatan oleh Atlus memberi tahu pemain bahwa ada saat-saat tertentu aktivitas yang tersedia sangat terbatas. Bahkan plot utama juga ditentukan oleh cuaca yang muncul di Inaba. Setiap kali hujan deras dalam beberapa hari, pemain diingatkan bahwa itu adalah waktunya mereka menyelesaikan dungeon yang tersedia hingga ruangan terakhir, sebagai deadline pasti dari babak cerita. Bahwa apabila pemain gagal menyelesaikan dungeon pada waktu yang telah ditentukan, akan terjadi nasib buruk pada penduduk Inaba. Inilah yang membuat pengalaman bermain P4G ini sungguh intuitif dan memaksa pemain sekali lagi adaptif dalam menyusun jadwal tiap babaknya.
PLUS: Social Link dan Character Stat
Penulis sungguh mengapresiasi betapa getolnya Atlus memberikan kita kesempatan merasakan kehidupan anak SMA satu kota yang tengah berkembang di Jepang dengan latar tahun 2011. Atlus seakan memberikan kita kesempatan untuk memahami perasaan orang lain lewat interaksi Yu Narukami dengan penduduk Inaba. Semua interaksi itu akan diukur lewat sistem yang bernama Social Link.
Social Link memiliki 10 level tingkatan, level akan naik seiring dengan keakraban Yu dengan belasan karakter kunci lain yang dipilih Atlus sebagai perwujudan dari satu kartu tarot. Mulai dari atlit sekolahan yang punya problematika sebagai anak angkat, seorang ibu sambung yang dalam dilema dalam membesarkan anak sambungnya, seorang gadis yang gemar bolos sekolah dan hobi berbelanja, hingga nenek tua yang tengah meratapi kepergian suaminya.
Atlus hendak mengajarkan kita bahwa begitu banyak kisah orang lain yang mungkin tidak pernah kita dengar dan meminta kita untuk berempati atas hal itu. Begitu banyak orang yang struggling dalam kehidupan dan kita sebagai Yu Narukami harus menempatkan posisi sebagai warga Inaba baik hati yang tidak harus selalu memberikan tanggapan, bahkan cukup sebuah keberadaan saja sudah membantu orang lain dalam menghadapi permasalahannya.
Manfaat dari mpeningkatan Social Link selain terhadap karakter kunci ini akan memberikan kita kesempatan memanggil Persona khusus dan penambahan exp yang didapatkan dari hasil penggabungan persona yang nantinya akan penulis jelaskan lebih detil pada bagian berikutnya.
Uniknya, Social Link terhadap anggota party membantu kita dalam eksplorasi dungeon. Tiap anggota party yang makin akrab dengan Yu akan memiliki skill tambahan dan Persona mereka akan ikut bertumbuh seiring dengan kemampuan mereka menyelesaikan dilema-dilema yang muncul dalam kehidupan mereka. Semua ini akan sangat bermanfaat mengingat anggota party sudah punya sejumlah skill yang didesain untuk mereka dan membuka opsi makin luas bagi kita untuk menyelesaikan suatu dungeon.
Sistem Character Stat bak jaring laba laba yang terdiri dari Pengetahuan, Keberanian, Kemampuan Berekspresi, Kemampuan memahami orang lain dan Rajin. Sistem Stat yang hadir pada Persona 4 Golden ini jika dilihat dari kacamata sosial bertujuan untuk membangun segala kemampuan yang dibutuhkan bagi seseorang untuk berkontribusi bagi society ataupun kepentingan pribadi. Bahkan kerap kali cara meningkatkannya adalah dengan membantu berjaga di penitipan anak, kerja paruh waktu di RSUD Inaba, membaca buku serta menyelesaikan pekerjaan lainnya.
Character Stat seakan dibuat Atlus untuk menunjukkan pada pemain bahwa kemampuan di luar dungeon pun perlu kita tingkatkan apabila ingin memberikan kontribusi kita sebagai manusia pada masyarakat majemuk ini. Apalagi Yu Narukami tinggal di sebuah komunitas bernama Inaba yang setiap rakyatnya bisa saja bertemu setiap hari.
Sehingga penulis menyimpulkan bahwa hadirnya Character Stat menunjukkan Atlus ingin membantu pemain menyadari bahwa hanya mengeksplorasi dungeon (bermain gim) tidak akan membantu menyelesaikan permasalahan dalam hidup. Keluarlah dari dungeon dan hiduplah sebagai satu kesatuan masyarakat.
PLUS: Persona, Velvet Room dan Compedium
Atlus memberikan pemain sekitar 200an Persona yang didapat baik dengan mentrigger Shuffle Time tiap kali selesai battle atau juga dengan mekanik fusion yang disediakan pada Velvet Room. Masing-masing Persona ini memiliki skill mereka sendiri yang didapat dengan menaikkan level mereka. Namun perkembangan masing-masing persona ini berhenti tiap kali mencapai satu batas tertentu. Kadang kala suatu persona tak dapat mencapai potensi maksimalnya yaitu dengan memiliki semua skill tingkat tinggi.
Lalu apa yang Atlus lakukan untuk menumbuh kembangkan persona itu? Fusion. Mekanik fusion ini memberikan kesempatan bagi Persona untuk memiliki skill lain yang tak mampu mereka miliki hanya dengan progres level. Tiap persona bisa memiliki skill yang dimiliki persona lain dengan cara mewariskan skill tersebut dari persona pembentuknya. Menariknya, mekanik fusion ini bisa back and forth. Bisa saja persona yang tadinya kita jadikan bahan pembentuk persona lain, menjadi hasil fusion dari persona hasil fusion sebelumnya. Ini sungguh memberikan pemain kebebasan untuk min maxing potensi dari persona.
Meski Atlus tetap memberikan hak khusus bagi beberapa Persona untuk memiliki skill mereka sendiri yang tak dapat dimiliki persona lain seperti Hassou Tobi milik Yoshitsune dan Die For Me milik Alice sebagaimana ada di seri Shin Megami Tensei Lain.
Velvet Room juga memiliki fitur Compedium dan Card. Tiap persona yang sudah pernah kita dapatkan dari dungeon maupun dari fuse akan langsung listing di Compedium ini. Bak buku besar berisi seluruh persona. Menariknya, tiap kali suatu persona itu progres baik secara level maupun skill set lain, kita bisa memilih mau meregistrasi persona itu atau tidak sebagai baseline persona di compedium kita. Lantas apa kegunaannya? tentu saja untuk nanti kita summon dengan persona lain. Ingat bahwa persona yang bisa kita pakai itu jumlahnya terbatas kan? Sehingga tiap kali ada persona lain yang kita dapat di dungeon harus menimpa slot persona lain. Sepanjang persona itu ada di Compedium dan ada slot kosong, maka kita bisa mensummon ulang persona ini untuk menjadi bahan fusion persona lain. Sungguh dukungan min maxing penuh dari Atlus.
Bagi sebagian kita yang lelah dengan fusion, Atlus memberikan solusi gampang untuk memberikan skill pada persona. Sematkan saja Skill card pada persona tersebut dan voila! persona tersebut memiliki skill yang tak ada di skill list growthnya dia. Skill card ini bisa didapat baik dari Shuffle Time dalam dungeon, maupun beberapa mekanik lainnya seperti merenung di laut ataupun nongkrong di cafe dekat kota Okina.
Atlus sungguh tak melupakan sama sekali fitur pendukung yang mampu membuat kita bereksperimen ria dengan 24 gudang persona yang hadir. Atlus sungguh menyiapkan banyak hal bagi pemain apabila lelah dengan aktivitas sebagai murid sekolah, silahkan datang ke Velvet Room dan nikmati kegembiraan menggabungkan ratusan persona. Penulis bahkan menghabiskan banyak sesi sendiri hanya untuk mengkombinasikan persona.
PLUS: Musik
Sungguh bukti apalagi yang dibutuhkan untuk menaytakan musik yang dimiliki oleh Persona 4 Golden ini merupakan pengalaman nyata kita sebagai anak sekolahan pada tahun 2010an. Bahkan opening video Youtube Player Dua saja memakai opening milik Junes Department Store yang ada di gim ini. Musik di game ini memadukan beberapa macam genre mulai dari J-Pop, J-Rock, Funk bahkan R&B. Sehingga perjalanan kita selama menelusuri dungeon, berkomunikasi dengan warga Inaba, memancing, menangkap serangga, serta melawan tiap bos dungeon dipenuhi dengan ragam musik yang mendukung suasana hingga titik maksimal.
GRAY AREA: Side Quest Design
Bagi penulis, beberapa side quest meski sudah didesain cukup banyak dan memiliki list pada menu tersendiri belum begitu membuat penulis tertarik untuk menyelesaikan seluruh permintaan dari warga Inaba ini. Hanya beberapa saja yang penulis selesaikan yang penulis anggap signifikan bagi menunjang Social Link milik Fox yang nantinya akan membantu pemain memulihkan SP di dalam dungeon.
Tugas yang disampaikan pada masing-masing side quest ini digunakan untuk menyampaikan kehendak dari para penduduk Inaba yang kita tak begitu sering ajak interaksi. Kendatipun begitu, penulis menganggap ini ialah keinginan Atlus untuk membuat Inaba semakin hidup sehingga pemain dapat berinteraksi dan merasa dilibatkan dalam seluruh kepentingan warga kota Inaba.
GRAY AREA: Battle UI/UX
Warna menu dalam pertarungan ini plain, gaada menariknya sama sekali, pemain bahkan gak dikasih indikator warna suatu skill itu punya elemen apa aja. Cuman ada indikator logo saja dan semua warnanya sama, sehingga membuat kita harus melihat menu yang sebenarnya punya tujuan berbeda tapi ditampilkan sama semua hidangannya dari luar.
Untuk melihat weakness dari para musuhnya ini pun kita harus membuka menu untuk menentukan apakah skill yang kita keluarkan adalah pilihan yang tepat atau tidak kecuali kita menghafal seluruh shadownya yang ada puluhan lebih itu. Ada satu mekanik sebenarnya yang sangat membantu dalam menentukan weakness suatu musuhnya namun terkunci di Social Link, setidaknya ini sangat cukup membantu di mendekati akhir-akhir permainan.
Betapapun tuanya UI/UX yang ada, segala Quality of Life di game ini tentu menyesuaikan kontekstual di zamannya. Bila berkaca pada game besutan Atlus terbaru, tentu ketentuan weakness, repel, block ataupun absorb dari musuh sudah terpampang jelas di layar ketika kita memilih skill yang akan kita keluarkan tanpa harus memilih menu analyze terlebih dahulu. Pada akhirnya tentu kita harus berdamai menghadapi realita game Persona 4 Golden ini sangat maju sekali di zamannya.
Penulis pun merekomendasikan pada para pemain untuk mencari mod yang meningkatkan quality of life jika mau. Meski hingga akhir permainan penulis memilih menikmati saja keadaan yang ada karena penulis menganggap hal ini ialah salah satu memori indah yang harus melekat pada permainan ini ketika nanti penulis akan merevisit Persona 4 Revival di kemudian hari.
Kesimpulan
Persona 4 Golden ini cara Atlus mengajarkan kepada kita cara menerima diri dan memahami orang lain. Pada tahun tersebut, Atlus ingin menunjukkan bahwa kontribusi mereka pada masyarakat dunia adalah dengan membuka mata orang lain untuk ikut berkontribusi pula melalui game ini.
Atlus berulang kali mengajak kita menapak tilas kehidupan dari kacamata orang lain. Bahwa kesulitan-kesulitan yang datang dalam hidup bisa diselesaikan dengan cara membuka diri dan menumbuhkan keinginan untuk berdialog dengan orang lain. Mengutip buku Makanya, Mikir! yang ditulis oleh Cania dan Abigail “Bahwa orang perlu mengembangkan pula kecerdasan emosional dan sosialnya agar tetap bisa pintar dan tidak menyebalkan”
Pada tahun 2026 ini bila mana ada kekurangan dalam karya Atlus berikut tentu merupakan bentuk keterbatasan yang mereka hadapi dalam mengembangkan gamenya lebih dari 15 tahun yang lalu. Sehingga mari kita terapkan ajaran Atlus dalam game ini dengan menerima bahwa mereka pun telah menyediakan karya yang sangat istimewa, membekas bagi para penggemar jrpg dan disuguhkan dengan sepenuh hati meski terdapat kekurangan yang bahkan tak bisa dihitung dengan jari karena kita dipenuhi dengan empati.
Bagi penulis yang tumbuh bersama dengan JRPG di PS2 yang tak dapat ditamatkan karena keterbatasan pengetahuan saat itu, menyelesaikan perjalanan bersama Yu Narukami dan kelompok “detektif” mereka di umur yang sudah kepala dua ini merupakan core memory dan pengingat kembali bahwa game yang dibuat pada tahun-tahun tersebut pun masih dapat dinikmati dengan sepenuh hati.
Akhir kata, terima kasih dan salam hangat dari penulis.
Final Verdict
Skor: 9.7/10
Power comes from the hearth!
Plus & Minus (Summary Box)
Plus:
Story
Gameplay
Social Link dan Character Stat
Persona, Velvet Room dan Compedium
Musik
Minus:
No Minus
Gray Area:
Side Quest Design
Battle UI/UX








