Review Nioh 2: Perjalanan Pemburu Yokai di Tengah Ambisi dan Sihir Sengoku
Review oleh Yudi Punyol
Bersetting sekitar tahun 1555, atau 50 tahun sebelum peristiwa di game pertamanya, Nioh 2 mengajak kita berperan sebagai seorang pemburu yokai bayaran yang memiliki kekuatan shiftling. Karakter kita ini bukan manusia biasa; ia bisa berubah menjadi yokai untuk menghadapi ancaman supranatural. Perjalanan dimulai saat kita bertemu dengan Tokichiro, seorang pedagang spirit stones, yang kemudian membawa kita ke dalam petualangan besar melintasi sejarah Jepang yang penuh dengan twist.
Kalau kamu suka dengna genre soulslike dan menyukai mitologi Jepang, game ini menawarkan kombinasi yang sangat solid antara sejarah asli dan elemen fantasi gelap. Sebelum kita mulai review-nya, kita masuk sinopsis dulu ya!
Sinopsis
Nioh 2 ber-setting sekitar tahun 1555 yang berarti hampir 50 tahun sebelum event Nioh 1. Bercerita tentang seorang pemburu yokai bayaran yang mempunyai kekuatan shiftling dan bisa berubah menjadi yokai. Suatu hari bertemu dengan seorang pedagang spirit stones yang bernama Tokichiro dan memulai petualangan bersama. Kang kalo kamu suka ngikutin sejarah jepang pasti tahu lah dia siapa meski nanti ada twist juga tentang siapa dan akan jadi apa si protagonis.
PLUS: Opening dan Cutscene
Game ini dimulai dengan opening yang luar biasa keren, lalu jujur saya kalo main game soulslike tidak peduli dengan cerita yang penting cutscene keren aja, tapi salah satu perbedaan Nioh series dibanding soulsborne adalah ceritanya cukup linear dan tidak terlalu pusing jadi saya sangat menikmati cutscene-cutscene yang diberikan.
PLUS: Kustomisasi Karakter
Nah ini juga yang membuat Nioh 2 lebih berbeda dengan Dark Souls, kostumasi karakter yang sangat detail dan lengkap bahkan untuk ukuran badan tertentu bisa kamu atur besar kecilnya yang tentu saja saya pilih gender female iykwim hehe, karena karakter yang kita buat kan nantinya sering muncul di cutscene yang menurut saya tadi keren. Meski begitu detail saya sendiri suka gamau ribet atur ukuran hidung, bibir, dll. Yang penting porsi badan, wajah, dan rambut aja sesuai keinginan saya.
PLUS: Weapon Banyak dan Unik
Weapon disini banyak hingga kamu akan bingung pilih yang mana, jadinya kamu ga bakal bosen dengan combat dan tentu bisa ganti-ganti stance juga, lalu saya juga suka kalo di suatu game action ada senjata unik tidak melulu pedang, seperti disini main weapon saya Tonfa.
PLUS: Musik
Salah satu elemen penting yang akan membuat boss fight berkesan adalah musiknya, dan disini bagus banget. Saya juga baru tahu ternyata yang bikin musik Yugo Kanno yang kalo kamu fans anime JoJo seperti saya akan jadi makin suka.
PLUS: Visual
Karena saya memang menyukai folklore dan sejarah jepang, bagiku art style dan design dari boss yokai-yokai dan tokoh sejarah asli disini menurutku bagus. Tapi ada minusnya juga.
MINUS: Keroco Repetitif
Nah ini minus yang nyambung dari plus sebelumnya, meski design boss dan tokoh Sejarah bagus tapi untuk design musuh keroco agak kurang dan juga membosankan. Seperti misal ada musuh terlemah yang seperti tuyul, itu setiap tempat selalu ada hingga ke tempat terakhir dan juga banyak jadinya bosan. Jadi setiap ganti tempat salah satu yang saya tunggu tuh musuh kroco baru yang fresh.
MINUS: Sub Quest
Udah mah kroco repetitif eh pas sub mission juga misinya hanya mengulang tempat dan basmi-basmi musuh aja, hanya beberapa sub mission yang menurutku menarik salah satunya yang kamu bisa bertarung dengan karakter dari game pertama.
GRAY AREA: Yokai Shift
Fitur utama yang berbeda dari game pertama adalah adanya Yokai Shift, disini saya bingung, di sisi lain memang keren saat berubah jadi Yokai tapi ini membuat combat jadi jauh lebih gampang dari Nioh 1, karena setelah berubah kamu gaakan terkena damage dan tinggal spam kotak aja. Jadi kalo saya lebih suka living weapon di Nioh 1.
GRAY AREA: Boss Gampang
Ini entah karna saya sudah banyak maen game soulslike atau memang karna fitur Yokai shift tadi, boss yang bikin stres hanya beberapa, itu pun tidak ada yang se-painful Orstein Smough DS1 atau Demon Hatred Sekiro. Bahkan saya pertama kali kesulitan baru di boss ke belasan (spoiler: Gyuki), setelah itu barulah lumayan sering nemu boss yang menantang.
Kesimpulan
Kalo kamu suka soulslike dan folklore jepang sudah pasti game ini cocok untuk kamu, secara story meski saya bilang maen soulslike tidak terlalu penting tapi di game ini masih sangat bisa dinikmati apalagi dengan style dan cutscene yang bagus banget, untuk combat ya seperti soulslike hanya saja lebih fast paced dan berfokus pada dodge dibanding parry juga dibumbui elemen jepang seperti onmyo magic, ninjutsu,dan guardian spirit. Lebih mudah dibanding game lain tapi tentu namanya game seperti sudah pasti basicnya sulit. Overall bagi saya ini masuk game bagus, ada poin yang lebih bagus Nioh 2 tapi ada juga poin yang lebih bagus Nioh 1, kalau disandingkan dengan game fromsoft mah jangan karena mereka terlalu superior.
Final Verdict
Nioh 2 - 9/10
Plus & Minus Summary
Plus:
Opening dan Cutscene
Kustomisasi Karakter
Weapon Banyak dan Unik
Musik
Visual
Minus:
Keroco Repetitif
Sub Quest







