Review CHAOS;HEAD NOAH: Visual Novel Psychological Horror, "Kakak" dari STEINS;GATE yang Bikin Kamu Mempertanyakan Realita
Review oleh Echwaz dari Komunitas Player Dua
Pernah nggak sih kamu merasa kalau apa yang kamu lihat itu sebenarnya cuma delusi belaka? Selamat datang di dunia Nishijou Takumi, seorang otaku anti-sosial yang tinggal di sebuah kontainer di atas atap gedung terbengkalai di Shibuya. Hidupnya yang tadinya cuma seputar anime dan internet tiba-tiba hancur berantakan saat serangkaian pembunuhan sadis bernama “New Generation Madness” mengguncang kota.
Sebagai entitas pertama dari seri Science Adventure (iya, ini adalah “kakak” dari STEINS;GATE), CHAOS;HEAD NOAH bukan sekadar Visual Novel biasa. Ini adalah perjalanan psikologis yang bakal bikin kamu meragukan setiap jengkal realita yang terjadi di layar PC-mu. Setelah aku ulik selama 60 jam, ternyata game ini punya kedalaman yang jauh lebih gelap dari yang aku bayangkan. Sebelum masuk ke review, kita masuk ke sinopsis dulu yuk!
Sinopsis
CHAOS;HEAD NOAH bercerita tentang Nishijou Takumi, seorang otaku anti sosial yang hidup sendirian dalam kontainer di atap gedung terbengkalai di kota Shibuya. Ketika kota tersebut diguncang oleh rangkaian pembunuhan misterius “New Generation Madness”, Takumi tanpa sengaja terlibat dan mulai mempertanyakan apa yang sebenarnya ia lihat dan alami.
Seiring berjalannya cerita, batas antara realita dan delusi semakin kabur. Pembaca dipaksa ikut meragukan setiap peristiwa yang terjadi pada Takumi.
PLUS: Plot yang Unik
Berbeda dengan kebanyakan Visual Novel yang cenderung berfokus pada plot ringan seperti Romance atau Dating Sim, CHAOS;HEAD NOAH menawarkan cerita yang jauh lebih berat dengan berfokus ke cerita Psychological Horror dan misteri pembunuhan.
Plotnya sendiri berpusat ke “New Generation Madness”, serangkaian pembunuhan sadis dan mengerikan di Shibuya yang jauh dari kata “pembunuhan yang normal”. Mulai dari pria yang disalib dengan cara ditusuk oleh ratusan salib besi, hingga dokter yang “dimakan” otaknya.
Tidak cukup dengan memperlihatkan kasus kasusnya, pembaca juga diajak untuk merasakan apa yang terjadi di internet ketika “New Generation Madness” ini terjadi. Internet dalam CHAOS;HEAD NOAH cukup banyak berperan dalam cerita, dari sesimpel memberikan nama pada tiap kasus pembunuhan yang terjadi, sampai menjadi pemicu Character Building dari Takumi.
Unsur Science Fiction dalam cerita ini dimulai dengan perkenalan konsep DI-sword, perwujudan fisik dari delusi yang umumnya berbentuk pedang. Penjelasan lebih jauh soal DI-sword seperti apa fungsinya, bagaimana bisa ada, dan lain lain menurut penulis akan menjadi Major Spoiler, jadi lebih baik progress sendiri ceritanya untuk mendapat pengalaman narasi terbaik.
Keunggulan cerita CHAOS;HEAD NOAH tidak cuma di visual dan narasi yang eksplisit, tapi juga pada bagaimana atmosfer cerita yang berhasil dibuat mencekam. Pembaca dipaksa untuk terus merasa was-was karena ketidaktahuan tentang apa yang sebenarnya terjadi di kota Shibuya ini.
PLUS: Sistem Delusion Trigger
Sedikit berbeda dengan Visual Novel lain, CHAOS;HEAD NOAH memiliki gimik tersendiri untuk melakukan percabangan rute di ceritanya.
Delusion Trigger adalah sistem dimana pembaca akan diberikan pilihan untuk membuat Takumi melihat delusi positif atau negatif dengan menekan tombol Z/C di keyboard, atau LT/RT di kontroler Xbox. Delusi positif umumnya akan berisi “Fan Service” ala Visual Novel Dating Sim. Delusi negatif berisi sebaliknya, biasanya akan berisi Scene Horror maupun Gore yang biasanya lebih eksplisit.
Seperti dalam momen perkenalan Nanami, pembaca diberi pilihan untuk memilih delusi positif, negatif, atau memilih tidak melihat delusi. Jika pembaca memilih delusi positif, maka Takumi akan berdelusi Nanami ingin dicium oleh dirinya.
Jika pembaca memilih delusi negatif, Takumi akan berdelusi Nanami tersedak soda hingga muntah darah lalu terkapar di lantai.
Dengan melihat delusi positif dan negatif tertentu, Pembaca dapat memasuki rute Heroine yang diinginkan serta mencapai True Ending.
Delusi positif ini bisa menjadi “ruang napas” bagi pembaca yang sudah lelah dengan suasana negatif. Sedangkan delusi negatif ini bisa jadi “Fan Service” lebih bagi pembaca yang suka genre Horror ataupun Gore.
PLUS: Musik dan Sound yang Imersif
Genre Psychological Horror pasti memerlukan audio design yang baik agar dapat membawa atmosfer dan ketegangan dengan baik. CHAOS;HEAD NOAH berhasil menghadirkan itu. Audio dalam game ini bukan hanya pelengkap, melainkan elemen vital yang membangun rasa takut dan paranoia bagi pemainnya.
Musik latar dalam Visual Novel ini sangat baik sehingga mampu mengisi tiap transisi emosional dalam cerita, mulai dari suasana “Calm Before the Storm” dengan Soundtrack berjudul “Silence” hingga suasana Horror yang intens dengan Soundtrack berjudul “White Out”. Soundtrack “Girls”, “Tender Hearts”, dan “Delusions” untuk suasana senang dan konyol menjadi kontras yang baik dengan Soundtrack intensnya.
Banyak musik bervokal mungkin akan menjadi Plus untuk beberapa orang. CHAOS;HEAD NOAH punya cukup banyak lagu bervokal, mulai dari pembuka, penutup, hingga Insert Song yang sangat ikonik. Vokal Ito Kanako pada lagu-lagu utama menjadi daya tarik yang sangat kuat. Suaranya yang khas dan penuh emosi berhasil memberikan suasana dramatis tapi juga misterius dalam waktu yang bersamaan.
MINUS: Wajib Install Fan Patch
CHAOS;HEAD NOAH versi Global yang dirilis di Steam sayangnya memiliki kekurangan fatal di lokalisasinya. Banyak terjemahan yang tidak akurat, baik secara konteks maupun makna. Serta ada beberapa narasi yang ternyata dipotong demi sensor, sehingga pembaca tidak akan mendapatkan pengalaman cerita yang semestinya.
Untungnya, komunitas Committee of Zero telah memperbaiki masalah itu. Melalui Fan Patch ini, mereka mengembalikan semua narasi yang dipotong dan melakukan perombakan pada kualitas terjemahan agar lebih setia ke bahasa sumbernya.
Selain itu Fan Patch juga memberikan beberapa update QoL yang menurut penulis penting, seperti CG yang di terjemahkan hingga Nametag karakter yang sedang berbicara. 2 fitur ini akan menambah tingkat imersif saat membaca.
MINUS: Navigasi Rute yang Sulit
Meskipun sistem Delusion Trigger memberikan pengalaman yang unik, mekanisme untuk mengakses rute tiap karakter dan True Ending bisa jadi tantangan untuk sebagian pemain. Berbeda dengan Visual Novel pada umumnya yang menggunakan pilihan dialog yang cukup jelas, CHAOS;HEAD NOAH sangat bergantung pada delusi apa yang dipilih untuk masuk ke tiap rute.
Contohnya, untuk masuk ke rute Yua, pembaca harus menamatkan satu kali, lalu membaca ulang dan melewati Delusion Trigger pertama sehingga muncul sebuah pilihan Yes/No sebanyak 5 kali. Jika pembaca memilih pilihan yang benar, maka pembaca akan masuk ke rute Yua.
Tanpa Guide atau Walkthrough, pembaca bisa saja harus mengulang berkali-kali hanya untuk masuk ke 1 rute yang diinginkan karena harus mencoba tiap delusi untuk mencari delusi apa yang memicu percabangan rute.
KESIMPULAN
Meskipun Visual Novel ini sudah berusia hampir 17 tahun, tema cerita yang dibawakannya masih sangat relevan dengan masa kini. Terutama mengenai bagaimana fenomena yang sulit dinalar sering kali terburu-buru dilabeli sebagai kejadian supranatural, padahal hal tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah jika kita memiliki cukup informasi. Bisa dikatakan, CHAOS;HEAD NOAH berhasil membuka seri Science Adventure dengan baik.
CHAOS;HEAD NOAH adalah Visual Novel yang cocok untuk kalian yang suka dengan genre Psychological Horror, bosan dengan Visual Novel Dating Sim, atau yang ingin mulai mendalami seri Science Adventure setelah membaca STEINS;GATE.
Final Verdict
CHAOS;HEAD NOAH 7/10
Plus & Minus Summary
Plus:
Plot yang Unik
Sistem Delusion Trigger
Musik dan Sound yang Imersif
Minus:
Wajib Install Fan Patch
Navigasi Rute yang Sulit











