Review Atelier Yumia: The Alchemist of Memories & the Envisioned Land – Pintu Masuk JRPG Paling Santai buat Pemula
Review by Kamiya ID dari Komunitas Player Dua
Sering merasa terintimidasi sama genre JRPG yang katanya harus grinding berjam-jam atau punya cerita yang berat banget? Nah, Atelier Yumia: The Alchemist of Memories & the Envisioned Land hadir sebagai jawaban buat kegelisahan itu.
Setelah menghabiskan sekitar 45 jam di versi Nintendo Switch, aku merasa game ini adalah bagian dari era baru “JRPG 3.0” yang memang sengaja didesain lebih ramah buat gamer awam. Kita akan mengikuti kisah Yumia Liessfeldt, seorang alkemis yang hidup di tengah masyarakat yang menganggap alkimia sebagai hal tabu akibat tragedi di masa lalu. Bersama tim riset Aladiss, Yumia berusaha menguak kebenaran di balik kiamat alkimia tersebut. Apakah perjalanan ini cukup berkesan buat diikuti? Yuk, kita masuk ke sinopsis game ini dulu!
Sinopsis
Yumia Liessfeldt adalah seorang alkemis yang dikucilkan di wilayah ligneus karena masa lalu kelam yang diakibatkan kekaisaran aladiss membuat kiamat alkemis dan menghancurkan wilayah ligneus, Dengan begitu alkemis dianggap tabu. Sehingga Yumia, Viktor, dan Isla bergabung ke dalam tim riset aladiss untuk menguak kebenaran dibalik kiamat alkemis di masa lalu.
PLUS: JRPG Ramah Bagi Gamer Pemula
Atelier Yumia adalah salah satu game era baru JRPG 3.0 yang dimana JRPG era ini berfokus pada pasar gamer awam maupun pemula. Salah satu aspeknya yaitu game yang tidak terlalu grindy, Tingkat kesulitan relatif mudah, synthesis senjata dan equipment vusa dibantu asisten AI in game, dan naik level karakter yang cepat.
Tidak seperti beberapa game JRPG lainnya yang menuntut pemain untuk lebih rajin dalam mengumpulkan resource, cerita yang sangat kompleks, playtime yang sangat panjang dengan total kurang lebih 80 Jam lebih. Sehingga game ini bisa jadi pertimbangan bagi gamer yang ingin mencoba game genre JRPG.
PLUS: Visual Game yang Colorful
Game ini memiliki pencahayaan colorful sehingga menambah kesan cozy yang memanjakan mata bagi para gamer. Warna warni ini diterapkan pada seluruh aspek pewarnaan di game mulai dari pemandangan, wilayah, desain karakter, efek combat, dan lainnya.
PLUS: Character Development Pada Setiap Tokoh
Beberapa tokoh utama di game ini memiliki masa lalu yang kelam dan tentunya ini memperkuat jati diri dan sifat pada karakter tiap tokoh. Misalnya yumia yang memiliki sifat penyabar dan dewasa, Viktor yang berpikir logis dan serius, dan Isla yang memiliki sikap ceria dan semangat.
PLUS: Synthetis Resource, Equipment, dan Senjata yang Tidak Terlalu Kompleks
Pada beberapa game atelier dan JRPG lainnya pasti memiliki mekanisme upgrade yang sangat kompleks. Tapi berbeda dengan atelier yumia yang sudah di mention poin plus pertama, memiliki sistem synthetis yang simple. Dimana player bisa menggunakan AI in game saat menaikkan level senjata, dengan begitu AI otomatis memilihkan bahan yang sesuai dengan kategori dan permintaan pemain. seperti pemain diberi pilihan upgrade dari segi kualitas, efek, dan ketahanan senjata. Cara synthetis serupa juga diterapkan pada equipment lain seperti senjata sampingan, Armor, item dan lainnya.
Player juga tidak di tuntut untuk farming lebih banyak dibanding beberapa game JRPG lain, sehingga player bisa tetap bermain walau tidak terlalu menekuni synthetis lebih dalam.
PLUS: Combat yang Unik dan Tidak Repetitif
Game ini mengusung sistem combat real time action semi turn base. Sistem combat ini mengharuskan player Menyerang monster dengan skill karakter secara real time. Menghindar serangan dengan dodge bergerak ke kanan dan kiri, depan, belakang walau dengan sistem semi turn base-nya.
Dan juga di level tertentu player bisa membuka skillultimate, ultimate ini berbasis bar yang bisa terisi jika menggunakan item/senjata sampingan saat combat, salah satunya seperti Luft, Lehrune, Flamme. setiap item juga memiliki kekuatannya masing - masing berdasarkan level dan synthesis.
PLUS: Karakter/Tokoh yang Waifu-able
Seperti game JRPG pada umumnya, pasti ada Fan-Service berupa wanita berparas cantik dan daya tariknya. Seperti Yumia yang dewasa dan tinggi, Isla yang memiliki sifat periang, Lenja si imut dan manja, dan Nina yang berparas eksotis.
Dengan itu game Atelier yumia tidak semata-mata mengutamakan gameplay tetapi juga karakter yang tak terlupakan.
MINUS: Performa yang Tidak Stabil di Beberapa Konsol
Gamer mengeluhkan bahwasanya performa atelier yumia tidak stabil di konsol lawas seperti Nintendo switch dan Xbox series. Mulai dari FPS, bug, loading screen yang relatif lama dan visual yang sedikit buram.
Tentu hal ini menjadi masalah signifikan mengingat atelier yumia adalah game baru dengan harga yang lumayan pricey.
MINUS: Terasa Bukan Seperti Atelier
Beberapa gamer veteran atelier juga mengeluhkan tentang game atelier yumia yang mengurangi ciri khas game atelier pada umumnya, Seperti sistem synthetis dan combatnya yang berbeda dengan seri atelier pendahulunya.
MINUS: (SPOILER) Ending yang Kurang Berkesan
Mengingat temanya tentang alkemis yang tabu, setelah ending sayangnya player tidak diperlihatkan stereotip masyarakat tentang alkemis setelah Yumia berhasil mengalahkan aladiss. Singkatnya ending hanya berfokus pada tim riset aladiss yang tetap bertahan setelah penyelidikan mereka selesai.
GRAY AREA: World building
Rasanya bangunan yang setengah hancur akibat alkemis di wilayah ligneus didalam game seharusnya dikurangi di gameplay karena mengingat visual atelier yumia yang colorful bisa diperkuat lagi dengan bangunan bervariasi agar menambah kesan imersif dari visual game tersebut.
Kesimpulan
Seperti yang sudah dikatakan di awal, Atelier Yumia: The Alchemist of Memories & the Envisioned Land adalah game ber-genre JRPG yang menjadi salah satu pilihan bagus bagi para gamer awam dan pemula karena temanya yang tidak terlalu berat seperti JRPG lain, gameplay yang unik, artstyle yang cozy dan colorful membuat game ini cocok bagi gamer berbagai kalangan. Dengan ini pasar game JRPG juga bertambah luas.
Final Verdict
Atelier Yumia - 7.8/10
Plus & Minus (Summary)
Plus:
JRPG Ramah Bagi Gamer Pemula
Visual Game yang Colorful
Character Development Pada Setiap Tokoh
Synthetis Resource, Equipment, dan Senjata yang Tidak Terlalu Kompleks
Combat yang Unik dan Tidak Repetitif
Karakter/Tokoh yang Waifu-able
Minus:
Performa yang Tidak Stabil di Beberapa Konsol
Terasa Bukan Seperti Atelier
(SPOILER) Ending yang Kurang Berkesan












