Review Atelier Resleriana: The Red Alchemist and the White Guardian – Kembali ke Akar dengan Cita Rasa Baru
Review by Riffarro dari Komunitas Player Dua
Buat kalian yang mungkin sempat skeptis karena judul “Resleriana” itu identik dengan game gacha, mending buang jauh-jauh dulu pikiran itu. Atelier Resleriana the Red Alchemist and the White Guardian (RW) hadir sebagai jawaban buat fans yang kangen sama formula klasik Atelier di konsol dan PC.
Setelah menghabiskan sekitar 40 jam di versi PC-nya, saya ngerasa game ini tuh semacam surat cinta buat veteran, tapi tetep ramah buat pendatang baru. Ceritanya berfokus di Hallfein, sebuah kota mati yang pengen dibangun lagi oleh dua protagonis kita: Rias Eidreise dan Slade Clauslyter. Apakah petualangan mereka membangun kembali kampung halaman seseru itu? Yuk, kita bahas dari sinopsis!
Sinopsis
Atelier Resleriana RW memiliki dua orang protagonis yaitu Rias Eidreise dan Slade Clauslyter yang salah satunya bisa kita pilih pada awal permainan sebagai protagonis utama, namun pilihan tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap cerita, pilihan ini hanya akan memberikan perbedaan sudut pandang dan penentu awal jalannya cerita. Dalam playthrough kali ini saya memilih POV Slade.
Cerita dimulai dengan Slade (POV) yang sedang menjelajahi reruntuhan di sekitar kota bernama Hallfein - sebuah kota mati yang kehilangan penduduknya akibat sebuah insiden misterius 12 tahun yang lalu. Di reruntuhan Slade bertemu dengan Rias yang dulunya juga merupakan penduduk dari Hallfein, kemudian secara tak sengaja mereka menemukan sebuah Atelier Kuno yang kini aktif kembali dan secara misterius memberikan Rias kemampuan alchemy. Dengan kemampuan Alchemy kemudian Rias bersama dengan Slade bertekad membangun kembali Halffein, kampung halaman mereka. Apakah usaha mereka akan berhasil? temukan jawabannya dengan bermain Atelier Resleriana the Red Alchemist and the White Guardian.
PLUS: Dual Protagonists
Dual protagonis sudah cukup lama absen dalam seri Atelier. Terakhir kali Atelier yang membawa dual protagonist adalah Lydie and Suelle.
Pemain bisa memilih POV sebagai Slade atau Rias, walaupun pilihan POV ini tidak memberikan perbedaan berarti seperti yang ada di Atelier Iris 2, Mana Khemia 2 dan Atelier Escha & Logy yang juga memiliki 2 POV dari MC laki-laki/perempuan
PLUS: Tidak Terikat dengan Game Sebelumnya
Tenang, konflik di sini berdiri sendiri tanpa terikat langsung oleh Resleriana gacha, karena latar dari Resleriana RW ini benar-benar baru dan bisa dibilang cerita dari versi gachanya hanya sebagai pondasi world building.
PLUS: Cerita
Kembali membawa formula cerita yang sedikit lebih serius untuk Atelier modern namun tetap membawa ciri khas pacingnya yang laid-back. Akan ada momen serius dan akan ada momen wholesome-nya sendiri. Namun jangan berharap akan ada banyak adegan Cute Girl Doing Cute Things (CGDCT) khas Atelier biasanya. Di sini hal tersebut dibuat menjadi lebih sedikit.
PLUS: Turn Based System
Setelah absen cukup lama, turn base akhirnya kembali. Kali ini dengan tambahan sistem ‘guard’ saat turn musuh.
Semacam ‘parry’ jika di Clair Obscur. Memungkinkan kita untuk meminimalisir damage yang diterima sekaligus menangkal debuff jika timing-nya pas (Precision guard). Tetapi damage yang kita terima tidak bisa dikembalikan kepada lawan selayaknya ‘parry’ umumnya.
Formasi terdiri dari 3 front row dan 3 back row.
Sistem AP (Action Point) untuk menggunakan skill, TP (technical point) untuk melakukan multi attack (saat turn kita) dan interrupt (turn lawan). Fungsi multi attack dan interrupt adalah melancarkan kombo serangan dari front row dan back row, perbedaannya terletak di interrupt hanya bisa menggunakan item.
Unite burst, mode super yang bisa diaktifkan jika bar di bagian kiri bawah terisi penuh. Memungkinkan semua karakter menggunakan ultimate skillnya selama AP terpenuhi.
Turn karakter juga akan menjadi prioritas.
PLUS: Synthesis
Sistem colour matching untuk membawa traits (semacam skill yang akan mempengaruhi efek untuk item yang di-synthesis). Traits akan terbawa jika warna dari katalisnya saling cocok. Setiap bahan dan items yang di-synthesis memiliki warna katalisnya sendiri-sendiri dan bisa berubah-ubah tergantung kondisi dan random.
Recipe morph, merubah item yang di-synthesis menjadi item dengan tingkatan berbeda sesuai recipe tree yang tersedia.
Altering Ingredients, untuk merubah bahan synthesis. Biasanya untuk synthesis dibutuhkan bahan spesifik, terutama untuk membuka recipe tree yang ada maka akan ada ingredients/bahan tertentu yang hanya bisa dilakukan dengan cara Altering Ingredients. Untuk melakukan Altering Ingredients dibutuhkan items bernama Iris stone yang bisa didapat dari dimension dungeon.
Changing colour, untuk merubah warna katalis dari bahan. Jika kalian synthesis item dengan bahan tertentu namun warna katalisnya tidak cocok maka bisa diubah menggunakan Altus stone yang juga bisa didapatkan dari dimension dungeon.
PLUS: Town Building
Town building di sini tidaklah rumit ataupun tidak sebebas seperti game sim building. Bisa dibilang hanya sebagai pelengkap karena cerita Resleriana RW sendiri tentang membangun kembali kota. Untuk merestorasi kota cukup melakukan setoran items tertentu kepada Camila, item ini bisa berupa item khusus dan spesifik yang hanya bisa didapat melalui synthesis, dan item yang dikumpulkan saat eksplorasi, tergantung dari rank kota. Jadi untuk yang suka town management sepertinya ini akan menjadi poin minus untuk kalian.
PLUS: Fanservice
Fanservice di sini bukan hanya fitur ‘boing-boing’ karena Team Ninja yang membantu pengembangan game ini memasukan fitur tersebut.
Fanservice di sini lebih ditekankan kepada returning character dari seri Atelier sebelumnya. Banyak yang kembali di sini dan 4 di antaranya menjadi anggota party tetap. Sisanya menjadi supporting character yang akan memberikan side quest juga bisa membantu MC dari sisi cerita. Akan ada banyak interaksi menarik dan character event khas Atelier yang akan memperkuat hubungan setiap karakternya.
Salah satu yang saya sukai di sini ketika keempat protagonis laki-laki berinteraksi, terutama my boy Logy dan Vayne yang keduanya menjadi karakter favorit saya untuk series ini.
MINUS: Musik yang Kurang Berkesan
Untuk musik di sini berasa kayak kurang kuat, apalagi banyak yang mengandalkan musik personal karakternya seperti karakter bernama Wilbell yang dari series aslinya memang punya musiknya sendiri.
Yang saya sukai ada musik opening Corridor Wish yang dibawakan oleh reche dan juga lagu ending The Promised Blossom oleh Shiho. Musik final boss dan musik saat battle melawan Geron dan Lara.
Sisanya? Kurang berkesan. Padahal seri Atelier soal musik juga biasanya tidak kalah.
MINUS: Dubbing
Yang menjengkelkan adalah tidak semua percakapan ada dubbingnya, returning character juga ada yang dibuat bisu, sangat disayangkan padahal di Resleriana gacha mereka mendapat jatah dubbing.
Lalu absennya English dub, meski bukan penggemar English dub sangat disayangkan Gust tidak memberikan permintaan yang banyak diminta oleh fans sejak Ryza trilogy yang mendongkrak penjualan.
Padahal dari sisi Japan Dub mereka saja tidak all-out.
MINUS: Grafis dan Visual
Atelier Resleriana RW sejatinya masih memakai asset yang sama seperti game Atelier Resleriana versi gachanya. Masih memakai engine Unity, bukan Katana engine seperti judul-judul Atelier sebelumnya. Menurut saya model 3D karakter Atelier Resleriana RW seperti kehilangan charm nya, karena model 3D karakter yang dibentuk unity tidak semenarik apa yang diciptakan oleh Katana Engine.
Begitupun untuk kualitas grafis, meskipun masih tampak indah ya itu sebenarnya standar untuk game gacha. Bahkan untuk sekelas game gacha masih kalah jika dibandingkan game gacha populer keluaran China. Seperti sebelumnya ada Yumia dengan dunianya yang indah rasanya seperti downgrade.
MINUS: UI/UX
Untuk User Interface (UI) Atelier Resleriana RW terlihat sederhana, mungkin beberapa orang akan menganggap kesan ‘murahan’ atau seperti UI game mobile, ya sejatinya memang benar karena seperti yang saya bahas pada model 3D Atelier Resleriana RW, untuk UI Resleriana RW juga masih memakai asset yang sama seperti Resleriana versi gacha.
Misalnya skill tree karakter, dibuat sesederhana mungkin dan terlihat linear jika dibandingkan skill tree pada JRPG lainnya yang dibuat lebih niat.
Untuk bagian UX, di sini ada masalah yang mungkin minor. Saat memilih tab di menu utama dilakukan dengan LB dan RB jika menggunakan controller dan memilih sub menu menggunakan LT dan RR. Namun alih-alih membantu desain seperti ini malah membuat kagok, ketika ingin mengganti sub menu malah salah tekan (misalnya ingin menggeser sub menu seharusnya menekan RT malah menekan RB), jujur sampai saat sampai saya menamatkan gamenya pun saya masih sering melakukan kesalahan ini. Seharusnya cukup gunakan d-pad kanan dan kiri saja jika hanya untuk menggeser sub menu.
MINUS: Variasi Musuh
Penyakit JRPG. Model musuhnya cuma ganti warna, padahal sudah berbeda jenis. Hanya saja di sini dirasa lebih parah daripada JRPG biasanya, karena mungkin variasinya sedikit.
Grey Area: Kebijakan DLC Karakter
Resna dan Valeria merupakan MC dari Resleriana gacha. Meskipun sempat muncul di awal cerita, mereka hanya menjadi supporting character saja. Tetapi tetap sayang jika rasanya membuat mereka menjadi playable melalui DLC, bagaimanapun mereka itu MC yang di mana tradisi Atelier adalah menghadirkan kembali MC dari prekuel (selama masih satu trilogy) menjadi playable character di sekuelnya.
Kesimpulan
Atelier Resleriana Red Alchemist and White Guardian adalah Atelier yang cocok dimainkan untuk pemain baru ataupun fans Atelier tanpa harus memainkan Atelier Resleriana versi gachanya. Baik dari segi cerita yang ringan ataupun gameplay yang mudah diikuti. Tidak perlu takut jika tidak memainkan game gachanya, Resleriana RW punya pondasi ceritanya sendiri.
Untuk Protagonis, saya merekomendasikan untuk memilih Rias sebagai protagonis utama. Karena Rias berakhir menjadi karakter yang menarik secara perkembangannya dan personality-nya. Sementara Slade kurang memberikan kesan dan tidak semenarik protagonis laki-laki lain seperti Vayne atau Logy. Di sisi lain kehadiran karakter seri Atelier terdahulu menjadi fanservice tersendiri untuk fans veteran. Interaksi dan character event yang diberikan cukup banyak walau tidak semuanya kebagian jatah dan sekedar numpang lewat.
Terlepas dari banyaknya kekurangan, Atelier Resleriana RW menjadi salah satu seri Favorit penulis. Belum sekelas Atelier Escha & Logy atau Mana Khemia 1, tetapi tetap solid sebagai wajah baru Atelier karena bisa membawa kembali formula Atelier klasik
Final Verdict
Score: 8/10
Plus & Minus (Summary Box)
Plus:
Turn Based System: Mekanisme guard dan unite burst yang bikin ketagihan.
Cerita: Ramah pemain baru tanpa harus main versi mobile.
Synthesis: Sistem color matching yang nggak bikin pusing.
Fanservice Karakter: Interaksi antar karakter lama yang sangat menarik.
Town Building: Membangun kota Hallfein memberikan rasa kepemilikan.
Dual Protagonists: Pemain bisa memilih POV Slade atau Rias. Meski fitur dual protagonis kembali hadir, perbedaan POV tidak terlalu signifikan.
Tidak Terikat dengan Game Sebelumnya: Ceritanya berdiri sendiri dengan latar baru; versi gacha hanya sebagai world building
Minus:
Musik yang Kurang Berkesan: Mayoritas musik terasa kurang kuat dan tidak meninggalkan kesan, padahal seri Atelier biasanya unggul di sisi ini.
Grafis dan Visual: Terasa seperti aset game mobile yang dipaksakan.
UI/UX Membingungkan: Navigasi menu yang kurang ramah controller.
Dubbing: Tidak ada English dub dan musik kurang berkesan.
Variasi Musuh Sedikit: Terlalu banyak musuh yang cuma ganti warna (recolor).


