Hai, Player Satu! Kabar kurang menyenangkan datang dari industri game Jepang. Nagoshi Studio, studio pengembangan game yang didirikan oleh Toshihiro Nagoshi, resmi dibubarkan pada 31 Oktober 2026. Informasi tersebut terungkap melalui pengumuman dalam Official Gazette Jepang yang diterbitkan pada 2 November 2026.
Nagoshi dikenal sebagai sosok di balik beberapa game populer, termasuk seri Yakuza atau Like a Dragon. Setelah meninggalkan SEGA, ia mendirikan studio sendiri dengan dukungan pendanaan dari perusahaan teknologi asal Tiongkok, NetEase Games.
Pembubaran ini menjadi sorotan karena Nagoshi Studio sebelumya sedang mengembangkan GANG OF DRAGON, game action-adventure yang diperkenalkan pada akhir 2025. Kini, masa depan proyek tersebut masih belum jelas.
Dibentuk pada 2022 dengan Dukungan NetEase
Nagoshi Studio didirikan pada 2022 setelah Toshihiro Nagoshi meninggalkan SEGA. Bersama sejumlah mantan koleganya, Nagoshi membangun studio yang berfokus pada pengembangan game berkualitas tinggi untuk pasar global.
Selama berkarier di SEGA, Nagoshi terlibat dalam berbagai proyek, termasuk Daytona USA, Super Monkey Ball, seri Yakuza, dan Judgment. Pengalamannya tersebut membuat proyek perdana Nagoshi Studio menarik perhatian para fans game, terutama mereka yang mengikuti karya-karyanya sebelumnya.
Namun, perjalanan studio ini mulai menghadapi masalah pada 2026. Pada bulan Maret, Bloomberg melaporkan bahwa NetEase akan menghentikan pendanaan untuk Nagoshi Studio mulai Mei. NetEase mengonfirmasi bahwa penghentian pendanaan tersebut memang benar.
Setelah kabar itu muncul, aktivitas studio semakin berkurang. Akun media sosial resminya berhenti diperbarui, channel YouTube sempat dihapus, dan situs resminya tidak lagi dapat diakses. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kelanjutan pengembangan game mereka.
GANG OF DRAGON, Proyek Ambisius yang Belum Jelas Nasibnya
Pada Desember 2025, Nagoshi Studio memperkenalkan GANG OF DRAGON melalui The Game Awards. Game action-adventure ini mengambil latar di kawasan Shinjuku, Tokyo, dan menampilkan aktor Korea Selatan Ma Dong-seok sebagai karakter utama bernama Shin Ji-seong.
Trailer perdananya memperlihatkan aksi sinematik dengan visual realistis serta pertarungan brutal di tengah lingkungan perkotaan. Latar Shinjuku dan gaya aksinya membuat game ini mengingatkan sebagian player pada karya-karya Nagoshi sebelumnya, terutama seri Yakuza.
Pengumuman tersebut sempat membangkitkan antusiasme karena menjadi proyek perdana studio setelah didirikan selama beberapa tahun. Namun, sejak masalah pendanaan muncul, informasi baru mengenai perkembangan game ini semakin sulit ditemukan.
Hingga 2 November 2026, halaman GANG OF DRAGON di Steam masih dapat ditemukan dengan status rilis Coming soon. Belum ada pengumuman resmi yang memastikan apakah pengembangan akan dilanjutkan oleh pihak lain atau justru dihentikan.
Apa Dampaknya bagi Masa Depan Game Ini?
Pembubaran Nagoshi Studio tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelanjutan GANG OF DRAGON. Tanpa kejelasan mengenai hak pengembangan, pendanaan, maupun kemungkinan keterlibatan tim lain, belum bisa dipastikan apakah game tersebut masih berpeluang dirilis.
Meski demikian, pembubaran studio tidak otomatis membuktikan bahwa GANG OF DRAGON telah resmi dibatalkan. Sampai saat ini, belum ada pengumuman yang mengkonfirmasi pembatalan proyek tersebut.
Kini, para fans hanya bisa menunggu informasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat. Jika tidak ada pihak yang melanjutkan proyek tersebut, GANG OF DRAGON berisiko tidak pernah sampai di rilis.
Tentang Player Dua
Di Player Dua, kami secara rutin membahas perkembangan terbaru di dunia game, termasuk konsol dan game-game terbarunya. Fokus kami mencakup berbagai platform mulai dari konsol, PC, hingga game indie dengan sudut pandang yang relevan bagi gamer Indonesia.
Kami juga terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi di industri game dan kreatif.
📨 Kontak kerja sama:
Email: business@playerdua.com
WhatsApp: +62 898 5306 868 (Arul)
Kami tunggu kesempatan buat ngobrol bareng kamu/kalian!


