Hai, Player Satu! Menjelang dimulainya Closed Network Test The Duskbloods pada 21 Agustus, Hidetaka Miyazaki duduk bersama IGN untuk wawancara panjang yang mengungkap banyak hal — mulai dari bagaimana Nintendo menjadi partner eksklusif, pengaruh TTRPG dan board game dalam desain sistem, hingga penegasan bahwa FromSoftware tidak akan meninggalkan game single-player.
Partnership dengan Nintendo
Ketika ditanya soal keputusan menjadikan The Duskbloods eksklusif Switch 2, Miyazaki menjelaskan bahwa sebelum aspek bisnis dipertimbangkan, yang paling menarik perhatiannya adalah antusiasme Nintendo saat mendengar pitching awal game ini. Nintendo tampak sangat excited dan sangat receptive terhadap ide tersebut, dan terkesan forward-thinking dalam cara mereka memandang proyek ini — dan itu sendiri sudah cukup untuk meyakinkan Miyazaki untuk melangkah maju.
Yang menarik, The Duskbloods awalnya dikembangkan oleh tim kecil untuk Nintendo Switch original — bukan Switch 2. Proyek ini kemudian beralih ke Switch 2 ketika Nintendo menghubungi FromSoftware untuk membicarakan hardware baru tersebut, yang memungkinkan tim memanfaatkan kemampuan yang jauh lebih besar.
Mengenai nilai konkret dari partnership ini, Miyazaki menyebut Nintendo menjadi sangat membantu dalam memberikan feedback, support, dan ide-ide tambahan — terutama karena sistem The Duskbloods cukup unik dan kompleks. Ia menyebut bahwa hubungan ini adalah “kunci” untuk apa yang sedang mereka bangun.
Nintendo Atasi Kelemahan Lama FromSoftware
Ini salah satu bagian wawancara yang paling jujur dari Miyazaki. FromSoftware sudah lama dikenal karena pendekatannya yang obtuse dan esoterik — tutorial yang sangat singkat sebelum melempar player ke lingkungan keras tanpa banyak penjelasan.
Miyazaki mengakui bahwa dalam hal menyampaikan mekanik kompleks dan tutorial kepada player, FromSoftware secara historis “tidak terlalu handal dalam menyampaikan” hal tersebut. Kemitraan dengan Nintendo membantu mengisi kesenjangan tersebut — karena Nintendo adalah salah satu yang terbaik di industri dalam hal tutorial dan onboarding player baru. Miyazaki secara eksplisit menyebut: “It definitely suits their strengths.”
Pengaruh TTRPG dan Board Game
Ketika berbicara soal inspirasi desain, Miyazaki mengidentifikasi board game dan tabletop RPG sebagai dua pengaruh besar pada sistem The Duskbloods. Sistem Virtue — mekanik yang menentukan kemenangan dalam setiap match — terinspirasi dari victory-point mechanics yang umum ditemukan di board game. Sementara sistem Sigil — yang mengatur pengembangan karakter dan kemampuan — mengambil ide-ide yang biasa diasosiasikan dengan character development di tabletop RPG.
Ide-ide ini adalah hal-hal yang selama bertahun-tahun sudah menumpuk di dalam benak tim FromSoftware tapi tidak pernah benar-benar cocok dalam konteks game single-player. The Duskbloods menjadi kesempatan untuk membawa semua konsep tersebut bersama-sama dalam setting multiplayer.
Bloodlines
Salah satu sistem yang paling unik adalah Bloodlines — mekanisme yang mengintegrasikan cerita karakter ke dalam match multiplayer. Kombinasi-kombinasi tertentu antara karakter, Sigil, dan event yang terjadi dalam match bisa membuka elemen-elemen cerita yang tidak akan terungkap dengan cara lain. Ini adalah pendekatan narasi yang cukup berbeda dari game FromSoftware sebelumnya — di mana lore biasanya tersembunyi di item description dan dunia itu sendiri, bukan dalam interaksi multiplayer secara langsung.
Desain Game Berdasarkan Miyazaki yang Bukan Player PvP
Satu detail yang cukup mengejutkan dari wawancara ini: Miyazaki menyebut bahwa dirinya tidak terlalu ahli dalam action game berintensitas tinggi, dan juga bukan player PvP yang andal. Karena itu, versi final The Duskbloods akan menyertakan opsi kustomisasi dan sistem yang dirancang untuk mendukung berbagai playstyle — termasuk bagi mereka yang tidak selalu ingin berada dalam situasi PvP yang intens.
Miyazaki juga mengonfirmasi bahwa akan ada sistem yang cara kerjanya mirip dengan Invasion di game FromSoftware lainnya, dan matchmaking yang mencocokkan player berdasarkan kemampuan — sehingga player yang sangat mahir cenderung dipasangkan dengan sesama player yang setara.
Single-Player Tetap Jadi Fokus
Dengan The Duskbloods yang menjadi game multiplayer kedua berturut-turut dari FromSoftware setelah Elden Ring Nightreign, banyak yang mulai bertanya-tanya apakah ini adalah tanda perubahan arah studio. Miyazaki langsung menjawab kekhawatiran itu.
“We still have a heavy focus on single-player content as well. This is just something that happened to work out the way it did,” kata Miyazaki kepada IGN. Ia juga menambahkan: “It’s funny because there was never really any big plan that these two games would both release next to each other.”
The Duskbloods juga menjadi game eksklusif Nintendo pertama dari FromSoftware sejak Lost Kingdoms dan sekuelnya hadir di GameCube di awal 2000-an.
Tanggal rilis resmi The Duskbloods belum diumumkan, tapi sudah dikonfirmasi hadir di 2026.
Kalian termasuk yang suka game PvP atau PvE?
Tentang Player Dua
Di Player Dua, kami secara rutin membahas perkembangan terbaru di dunia game, termasuk konsol dan game-game terbarunya. Fokus kami mencakup berbagai platform mulai dari konsol, PC, hingga game indie dengan sudut pandang yang relevan bagi gamer Indonesia.
Kami juga terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi di industri game dan kreatif.
📨 Kontak kerja sama:
Email: business@playerdua.com
WhatsApp: +62 898 5306 868 (Arul)
Kami tunggu kesempatan buat ngobrol bareng kamu/kalian!


