Mantan CEO Disney Tidak Ingat Kenapa Ia Menyetujui Kingdom Hearts — Padahal Itu Salah Satu Game Terpenting di Sejarah Disney
Ditulis oleh Rizky Prasetya Athek
Hai, Player Satu! Ada cerita menarik yang muncul dari sebuah panel di Paley Center for Media, New York, kemarin. Michael Eisner — CEO Disney dari pertengahan 1980-an hingga 2005 — mengakui secara langsung kepada seorang reporter bahwa ia tidak ingat mengapa ia pernah menyetujui sebuah game bernama Kingdom Hearts. Ya, game yang menggabungkan karakter Final Fantasy dengan Mickey, Donald, dan Goofy itu.
Reporter Stephen Totilo dari Game File hadir di panel yang membahas Delphi Interactive — sebuah perusahaan baru di industri game yang menjadi penghubung antara pemegang lisensi IP besar dengan developer berkualitas tinggi. Delphi dikenal sebagai pihak di balik 007 First Light dan game FIFA yang tersedia di Netflix. Eisner sendiri hadir sebagai investor Delphi, duduk bersama CEO Delphi Casper Daugaard di atas panggung.
Ketika sesi panel selesai, Totilo mendekati Eisner dan memulai percakapan singkat yang kemudian banyak diperbincangkan:
Totilo menanyakan apakah Eisner bisa mengingat momen ketika ia menyetujui game bernama Kingdom Hearts. Eisner menjawab tidak ingat. Totilo lalu menjelaskan bahwa Eisner pernah dipresentasikan game tersebut di Tokyo — sebuah perpaduan antara karakter Final Fantasy dan karakter Disney. Baru setelah itu Eisner berkata ia ingat. Tapi ketika ditanya mengapa ia menyetujuinya, Eisner menjawab ia tidak tahu.
Mengingat betapa Disney dikenal sangat berhati-hati dalam menjaga citra brand mereka, Kingdom Hearts dari luar tampak seperti pitch yang seharusnya sulit lolos — seorang anak dengan rambut menonjol mengayunkan kunci raksasa bersama Mickey Mouse dan Donald Duck, bertarung melawan makhluk bernama Heartless. Tapi ternyata, keputusan bersejarah itu diambil oleh seseorang yang kini tidak ingat alasannya.
Ada catatan penting soal konteks ini. Eisner memimpin Disney selama sekitar dua dekade dan menyetujui ratusan proyek besar. Tidak mengingat detail spesifik dari satu keputusan di antara ribuan adalah hal yang bisa dimaklumi. Yang membuat momen ini menarik adalah bagaimana Kingdom Hearts — yang kini sudah berjalan 24 tahun dan punya lore tersendiri yang sangat dalam — ternyata bermula dari sebuah persetujuan yang bahkan orang yang memberikannya sudah tidak ingat alasannya.
Cerita ini muncul di momen yang cukup relevan — panel “Deep Dive into Kingdom Hearts” di D23 dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 mendatang. Ada kemungkinan beberapa pertanyaan tentang asal-usul franchise ini — termasuk kisah pitch aslinya kepada Disney — akan kembali muncul di sana. Barangkali dengan lebih banyak detail dari pihak Square Enix yang tentu punya ingatan lebih jelas soal momen tersebut.
Tentang Player Dua
Di Player Dua, kami secara rutin membahas perkembangan terbaru di dunia game, termasuk konsol dan game-game terbarunya. Fokus kami mencakup berbagai platform mulai dari konsol, PC, hingga game indie dengan sudut pandang yang relevan bagi gamer Indonesia.
Kami juga terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi di industri game dan kreatif.
📨 Kontak kerja sama:
Email: business@playerdua.com
WhatsApp: +62 878 8521 8730 (Irfan)
Kami tunggu kesempatan buat ngobrol bareng kamu/kalian!


