CEO Toge Productions Kritisi Perlakuan Pajak, Pertimbangkan Relokasi Studio ke Luar Negeri
Ditulis oleh Rizky Prasetya Athek
Hai, Player Satu! CEO dan pendiri Toge Productions, publisher dan developer game Indonesia, Kris Antoni Hadiputra, secara terbuka mengkritik perlakuan otoritas pajak terhadap studionya di media sosial dan mengatakan bahwa ia tengah mempertimbangkan untuk memindahkan operasional perusahaan ke luar negeri. Hal ini terjadi setelah ia menyatakan bahwa pihak studio merasa ditekan oleh aturan pajak yang dinilai tidak jelas.
Kronologi ‘Pajak’ dan Tagihan
Dalam unggahan di akun X @kerissakti, Kris mengatakan bahwa Toge Productions ditagih pajak kurang bayar karena otoritas pajak menganggap gaji karyawan selama pengembangan game seharusnya diamortisasi dan bukan dibebankan langsung sebagai biaya operasional. Menurut Kris, perusahaan tidak pernah melakukan atau memenuhi syarat administratif untuk kapitalisasi biaya pengembangan tersebut.
“Saya sudah berusaha memajukan industri game Indonesia selama 17 tahun, tapi sepertinya harapan saya sudah pupus,” tulis Kris di akun sosial medianya.
Toge Productions telah berdiri sejak 2009 dan dikenal melalui sejumlah game yang mendapat perhatian global, seperti Coffee Talk dan A Space for The Unbound.
Pertimbangan Relokasi ke Luar Negeri
Akibat pengalaman tersebut, Kris menyatakan bahwa ia yakin untuk mulai memindahkan Toge Productions ke negara lain, meski tidak menyebutkan negara tujuan secara spesifik. Keputusan ini muncul dari kekecewaannya terhadap cara otoritas perpajakan Indonesia menangani kewajiban pajak yang dinilai tidak sesuai dengan praktik akuntansi dan industri perangkat lunak.
Menurut pengalaman yang ia bagikan, studio tiba-tiba dihadapkan pada aturan yang dianggap dibuat-buat oleh pihak pajak, padahal selama ini gaji karyawan dicatat langsung sebagai biaya operasional bulanan tanpa sistem kapitalisasi biaya spesifik untuk tiap proyek game.
Respon Industri
Isu ini juga menarik perhatian pihak lain di industri game lokal. CEO Agate, Shieny Aprilia, menanggapi polemik terkait pajak yang dialami Toge Productions dalam akun sosial media X pribadinya dengan menekankan bahwa ketentuan yang dipersoalkan mengikuti standar akuntansi internasional (PSAK 19), yang menjadi dasar perlakuan perlakuan biaya kapitalisasi, meskipun pernyataannya menuai respons beragam dari komunitas.
Respons Publik dan Komunitas
Unggahan Kris di media sosial langsung trending dan memicu diskusi di kalangan pengembang dan pemain game, termasuk di forum komunitas, soal bagaimana tarif dan perlakuan pajak diterapkan di sektor kreatif dan teknologi. Beberapa pihak menyampaikan pendapat mengenai perlunya praktik bookkeeping yang kuat dan profesionalisme dalam hal administrasi pajak di perusahaan game.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak Toge Productions mengenai keputusan akhir soal relokasi atau perkembangan administratif lainnya.
Tentang Player Dua
Di Player Dua, kami secara rutin membahas perkembangan terbaru di dunia game, termasuk konsol dan game-game terbarunya. Fokus kami mencakup berbagai platform mulai dari konsol, PC, hingga game indie dengan sudut pandang yang relevan bagi gamer Indonesia.
Kami juga terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi di industri game dan kreatif.
📨 Kontak kerja sama:
Email: business@playerdua.com
WhatsApp: +62 878 8521 8730 (Irfan)
Kami tunggu kesempatan buat ngobrol bareng kamu/kalian!





